Hari Ketiga

Friendship is the hardest thing in the world to explain. It’s not something you learn in school. But if you haven’t learned the meaning of friendship, you really haven’t learned anything” Muhammad Ali.

wiki edit 7

Dua postingan terakhir berisi tentang kegiatan saya dan beberapa teman di Kota Bangka, tulisan kali ini bercerita tentang hari ketiga, hari terakhir kami di Bangka sebelum kembali ke Palembang. Seperti halnya liburan-liburan lainnya (padahal ini bukan beneran liburan sih 😀 ) ada rasa segan untuk kembali, kembali ke rutinitas, inginnya terus liburan (ini jangan ditiru). Seperti biasa, edisi mengejar flight tentu saja harus bangun lebih pagi, saat sarapan pun tampak wajah-wajah familiar yang masih berusaha menahan kantuk dengan dinginnya pagi. Perjalanan dari Resort ke Bandara ditempuh dalam waktu yang cukup lama, jadi banyak yang memanfaatkan waktu itu untuk tidur kembali 😀 😀 ada satu kejadian dibandara, salah satu teman saya membawa pasir dari pantai, pasir itu dimasukkan kedalam sebotol wadah air mineral ukuran sedang dan ternyata tidak lolos dari petugas keamanan bandara, jika ingin tetap membawa pasir tersebut, teman saya harus memasukkannya kedalam bagasi dan akhirnya pasir tersebut tidak jadi dibawa 😀

oh iya, disini saya mau share beberapa foto kegiatan selama 3 hari itu, semoga tidak membosankan 😀

edit blog 5 (2)edit blog 5edit blog 7edit blog 8 (2)edit blog 8edit blog 9edit blog 10edit blog 11 (2)edit blog 15edit blog full 12

edit blog full 14

Ada yang diguyur

Saatnya kembali ke Palembang…dan selamat berlibur teman-teman 🙂wiki edit 9IMG_8274

DCIM101MEDIA

Dalam Pesawat

DCIM101MEDIA

Wajah-wajah lelah 😀

Iklan

Outbound

Sebuah tim adalah lebih dari sekedar sekumpulan orang. Ini adalah proses memberi dan menerima, Barbara Glacel & Emile Robert Jr

edit blog 1

Kegiatan di hari kedua dalam rangkaian Employee Gathering adalah outbound. Ini adalah outbound kedua yang saya alami selama tugas di Palembang. Pagi hari itu terasa sedikit sendu, mentari terbit berselimut awan, serasa selimut meluk dengan erat ngak pengen saya beranjak pergi (padahal sayanya yang masih kepengen tidur). Pagi kami awali dengan senam bersama dilanjutkan istirahat dan sarapan. Dikarenakan jadwal pelaksanaan outbound masih sejam lagi, jadinya kami kembali berkeliling area pantai sembari berfoto -foto ria (teteup kalau fotonya 😀 )

edit blog 2

Kegiatan outbound berjalan lancar diawalnya tapi kemudian turun hujan, jadinya selama sisa pelaksanaan outbound kami kehujanan bahkan bolak balik makan siang pun sambil kehujanan 😀 😀

edit blog 3

Hujannya terlihat ngak? ini berasa punya pantai pribadi 😀

Setelah outbound, kami nyebur ke pantai, ngak berani terlalu jauh dari pinggir pantai karena ombaknya cukup besar, menyenangkan tapi agak bikin deg-degan (takut terhempas ombaknya kejauhan) kehujanan dan terlanjur basah, diputuskan sekalian berenang di kolam (agak riweh soalnya sebelum nyebur ke kolam harus bersihin diri dari pasir pantai dulu, kasian petugas kolamnya nanti susah bersihin kolam kalau kebanyakan pasir).

edit blog 4

Hari itu walaupun melelahkan tapi sangat menyenangkan, semoga tahun depan ada outbound lagi 🙂 😀 

Bangka

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Rumah Kaca, h. 352)” Pramoedya Ananta Toer.

IMG_8193

Tidak seperti biasanya ketika saya berada di Bandara, biasanya hanya sendiri menikmati segelas minuman sembari menunggu jadwal boarding diumumkan. Kali ini dimana pun saya melihat, pasti akan ada wajah yang tampak familiar, yang biasanya hanya berbicara seperlunya menjadi sangat cerewet. Mungkin kalian bingung mengenai situasi yang saya ceritakan ini. Saya yang biasanya dinas sendiri atau jika sedang beruntung dinas berdua, kali ini akan naik pesawat dengan seluruh teman kantor, bisa kalian bayangkan betapa ramainya kami, hal yang biasa terjadi jika berangkat segerombolan, awalnya terasa aneh tapi akhirnya menjadi terbiasa. Penumpang pesawat pun 95% diisi oleh kami 😀 yup, kami akan melaksanakan Employee Gathering, tepatnya di Pulau Bangka.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, hari pertama diawali dengan perjalanan singkat melalui udara dari kota Palembang menuju kota Bangka (rasanya baru take off ehh udah ada pengumuman mau landing ckckckc). Sesampainya kami di Bangka, kami langsung menuju pusat oleh-oleh Bangka Tradisional Snack (BTS).

Setelah berbelanja oleh-oleh kami mampir ke sebuah pantai (lupa namanya 😀 maapkeunlah) mampir hanya untuk sekedar meluruskan pinggang dan berfoto bersama, karena waktu yang disediakan sedikit, saya belum begitu bisa mengamati pantai ini lebih detail (emang mau buat apa wi?). Perjalanan selanjutnya menuju Bangka Botanical Garden yang menurut artikel yang saya baca, BBG adalah salah satu icon agrowisata favorit di Bangka, yang memiliki perkebunan buah naga dan aneka sayur mayur serta peternakan sapi, namun karena keterbatasan waktu sebagian besar dari kami lebih tertarik dengan keindahan pohon cemara yang ditanam rapi di kiri kanan jalan.

Selesai menikmati indahnya pepohonan, rombongan kami dipisah, ada yang solat jumat dan sisanya menikmati durian Bangka (padahal kemaren saya baru makan duren banyak hehehe)  dan berkumpul kembali untuk menikmati makan siang yang tentu saja dengan menu seafood khas Bangka.

Sebelum kami berangkat ke hotel, kami mengunjungi Pagoda Vihara Puri Tri Agung dan menikmati keindahan pantai Tikus. Penjelasan dari tour guide kami, pantai tersebut disebut dengan nama pantai tikus karena mempunyai banyak sekali jalan setapak atau jalan tikus, dahulunya jalan setapak itu di buat oleh pencari timah gelap untuk jalan membawa timah ke sisi pantai.

 

Pantai selanjutnya (dan terakhir dihari itu) yang kami kunjungi adalah pantai Tanjung Pesona dan dalam 3 hari ini kegiatan kami akan dilaksanakan dalam area Tanjung Pesona Beach Resort & Spa (jadi serasa punya pantai sendiri hehe), dipinggir pantai ini kami menikmati angin dan pemandangan, memanjakan diri dengan pasir dan air pantai yang berombak dan tentu saja tidak lupa untuk mengambil beberapa foto 🙂

IMG_8257

Saatnya beristirahat, terima kasih sudah mampir di blog ini 🙂

IMG_2187

Tulisan ini juga diperuntukan untuk mengikuti blog competition #travelingwitherigo dan #blogcompetitionerigo2016 .Selamat menjelajah nusantara teman-teman.

Pulau Sempu (part 4)

Hari ini rencananya kita tuh mau ngunjungin pulau Sempu. Berangkat dari Batu, kota Malang rencana awalnya jam 5 subuh tapi yahh molor jadi jam 05:40 mungkin karena udara dingin yang ngebuat males banget buat ninggalin tempat tidur. Kami nyampe di Sendang Biru jam 8:30. Kita ngabisin waktu sejam di Sendang Biru buat sarapan pagi, ngurus ijin masuk Pulau Sempu (harus ijin dulu loh, ngak boleh seenaknya) ngurus guide, nyari perahu dan nyari bekal makan siang ( maklum di pulau Sempu kan ngak ada yang jualan, alias pulau tak berpenghuni kecuali yang emang lagi nginap disana).
Kita memulai perjalanan kita menggunakan perahu dari Sendang Biru ke Pintu masuk Pulau Sempu,
 68
69
Kata Guidenya sih rencana jam 1 siang kita sudah tiba di pantai pulau Sempunya biar nanti kalau balik ngak kemaleman. Turun dari perahu, gue langsung pake kaos kaki ama sendal gunung (sebaiknya pake kaos kaki buat ngelindungin kaki kita) dengan semangatnya kita mulai jalan (jangan lupa berdoa ya) awalnya sih medannya kering tapi makin masuk hutan makin parah beceknya, jangan harap bakal bersih setibanya di pantai. Becek dan licin, jadi mata ini tuh ngak lepas dari ngeliat kaki ama jalan…jadi ngak ingat muat moto deh  😀 😀 ada kejadian lucu juga sih pas diperjalanan, gue ama mba Reta kan pake sendal gunung tuh (berdasarkan riset dari beberapa blog) kita tuh udah prepare pake sendal gunung aja ngak pake sepatu, sebelum berangkat kita udah dibilangin supaya pake sepatu aja biar aman, tapi kita teteup kekeuh pake sendal gunung aja. Nah, pas udah seperempat perjalanan bapak guidenya bilang gini “klo kayak gini kita bakal tiba lebih lama” waduh… bisa balik malam nih, jangan sampai deh (klo balik malam bisa-bisa jalan sambil ngerangkak…licin gini plus gelap takut salah jalan juga) tiba-tiba jadi kembali semangat buat jalan, ngak takut kotor yang penting jalan terus (tapi tetep hati-hati sih soalnya kadang klo ngak, sering hampir kepleset) nah ditengah perjalanan sendal mba Ret copot akhirnya diputusin buat ganti sepatu, untung tadi bawa sepatu cadangan (mba Ret dan mas Kiki ganti, gue masih blom ganti juga coz sendalnya masih bisa dipake jalan) sempet terjadi obrolan lucu sih gara-gara sendal sepatu hihi (sindiran soal ngeyel ngak mau pake sepatu gara-gara liat di beberapa blog, mereka pada pake sendal gunung aja ngak pake sepatu, ampe gue diwanti-wanti buat nulis diblog gue tar klo nyaranin pake sepatu aja ngak usah pake sendal gunung) setelah ganti sepatu ritme jalan kita jadi makin cepat, tetapi blom lama jalan eh….sendal gue yang copot, akhirnya gue juga ganti sepatu tapi berhubung ngak ada size yang cocok makanya sepatunya agak longgar (mau gimana lagi, ukuran kaki gue kan kecil hihi) tapi setelah pake sepatu emang beda banget rasanya, jalan jadi lebih enteng walaupun sepatu gue sering copot karena tenggelam dikubangan lumpur dan longgar dikaki, kita masih sempat berhenti sebentar buat minum or godain anak orang ( 😀 😀 ada anak manis yang digodain mas Ded) menyenangkanlah pokoknya, walaupun medannya seperti itu (sangat menyenangkan papasan dengan rombongan lain, saling menyapa dan memberi semangat)
18 19
Setelah dua jam lebih, akhirnya kita nyampe di pantai….wih bener-bener tiba-tiba kangen banget ama air, dengan kaki yang penuh lumpur kita lari ke pantai buat bersihin diri, sumpah enak banget duduk dipinggir pantai sambil menikmati indahnya pemandangan.
21
Saatnya maen air dulu
31 34 30 25
22
28
42
41
Sekitar setengah dua siang, kita mutusin buat balik. Perjalanannya lebih baik dari perjalanan pergi kami, guidenya nunjulin jalan lain yang walaupun lebih jauh tapi ngak sebecek dan selicin jalan yang pertama kali kita lewati, bahkan kita beberapa kali bisa nyalib rombongan lain saking semangatnya kita jalan (lebih banyak bercandanya deh) dan akhirnya dua jam kemudian kita berhasil keluar hutan, dan untuk kedua kalinya kami menyeburkan diri ke pinggir laut buat bersihin diri selagi kita menunggu perahu jemputan. Syukurlah perjalanan ini aman dan menyenangkan, kalau ada waktu dan dana gue saranin kalian kunjungin tempat ini deh ^_^
33
IMG_8920 IMG_8875
Oh iya, ada beberapa  tips yang mau gue share:
1. Sebaiknya urus ijin masuk sebelum nyari perahu, kalau baru kesini sekali dua kali, mending nyewa guide
2. Kalau ngak minat nginap di Pulau Sempu sebaiknya berangkat pagi, biar kalau balik ngak kemalaman
3. Kalau ngurus ijin ada baiknya kalian juga sekalian nanya soal guide dan nyewa sepatu (biar kakinya aman)
4. Jangan lupa bawa air minum, soalnya banyak kejadian “kehabisan air minum”
5. Satu hal yang penting, sampah ……………… please buang ditempat yang semestinya   (jangan buang sembarangan)
Ok deh, makasih udah baca ampe kelar, enjoy it 🙂