Negatif

Sebelum lanjut baca, gue peringatin…postingan ini ditulis dalam kondisi lagi bad mood dan ambigu, so…. hati-hati dengan efek negatifnya, ambil positifnya aja, wlo gue ragu ada positifnya apa ngak.

Terlalu lucu menurut gue, terlalu absurd kah? naif? munafik? ok, mungkin kata “munafik” terlalu berlebihan (mengingkari & berbohong? mmmm ). Tapi tetap saja rasa muak itu takkan hilang dalam sekejap saja, walaupun sudah pernah ngerasain tapi tetap saja rasanya sama, buruk di hati.

Mungkin terlalu buruk jika selalu berusaha tampak terlihat kuat/ tegar diluar walau sebenarnya di dalam hati begitu rapuh, kadang jika kita berusaha tampak kuat…orang lain berfikir bisa bertindak seenaknya karena mereka pikir kita kuat dan tidak akan mengapa jika memperlakukan diri ini buruk, karena berpikir kita akan baik-baik saja dan bisa menerima, hey… pernahkan mereka berpikir…bagaimana rasanya jika mereka yang jadi gue… seperti apa rasanya?

Gue tahu dilingkungan gue sekarang, gue akan sering merasa seperti ini, dan memang realitanya udah gue rasain berulang kali. Mungkin terkesan lebay, tapi ada saat-saat dimana gue pengen lebay kayak gini, itu hak gue, ini blog gue so…semau-mau gue dan suatu saat gue baca tulisan ini mungkin gue akan tersenyum dan menganggap tulisan ini terlalu lebay dan kekanak-kanakan tapi itulah proses kadang kita butuh waktu untuk memaafkan dan ikhlas, mungkin saat ini gue belum bisa ikhlas dan memaafkan (akan sulit jika mereka masih terus menyakiti dan berpura-pura gue baik-baik aja) gue butuh waktu untuk bisa ikhlas karena gue bukan makhluk sempurna yang tak mengenal rasa. Please…stop.

Dan saat ini apapun yang gue denger dari mereka… terdengar seperti “nonsense” dan hati ini berulang kali mengucap kata maaf pada Sang Pencipta.

 

 

 

Iklan

monday

Hai semuanya (ngarep ada yang baca) berasa udah lama banget ngak kesini…wadah kegalauan hehehe tempat gue bisa nulis apa aja semau gue. Bener-bener ngak jelas ritme nulisnya…jadwal terlalu padat, kantor plus kuliah bener-bener nguras waktu, ampe buat hangout weekend aja ngak bisa, pulang sore…lanjut ngerjain tugas…dan setiap hari tidur diatas jam 12 malam dan harus bangun subuh (versi ngeluh banget, jangan ditiru ya …padahal diluar sana banyak yang jadwalnya lebih parah dari gue) Dipostingan ini akan seperti gado-gado, tanpa tema dengan topik yang bercampur aduk layaknya gado-gado yang habis diracik dan siap dimakan (malah bahas gado-gado berhubung laper).

Ok, sesi curhat dimulai:…

1. Sekarang lagi sibuk banget nyelesaiin tugas kuliah yang buanyak itu berhubung bentar lagi final & mesti dikumpul, lagi resah karena masih sisa 1 tugas besar yang progresnya jalan ditempat, klo tugas harian…masih ada progres walau terseok-seok.

2. Lagi ada problem di kantor, semacam….. hubungan profesionalisme antar pegawai hehehe …masih susah mau bahas disini, pokoknya bikin nafsu makan ilang, hati sedih…ah udah ah, tar kelewat lebay.

3. Dan yang terakhir, minggu kemarin dikantor lagi ada kegiatan amal……seneng bisa berpartisipasi dikegiatan ini, alhamdulillah…. dunia akhirat jalan hehehe seru juga bisa bantuin orang dan diledekin orang, digodain yang lain gara-gara ada cowok manis yang seneng/pengen  banget aku potret sampai ketua panitia minta kesediaan cowok itu buat aku jepret ckckckc  (heboh deh) dan baru kali ini kerja sama dengan mahasiswa mahasiswi kedokteran ^^ harapan terakhirnya sih, semoga kegiatan ini bermanfaat  dan ngak meninggalkan kesan negatif ataupun nyakitin hati seseorang, sadar banget, sebagai manusia biasa…gue bukan sosok yang sempurna ;(

Berasa lama banget ngak nuangin sesuatu yang bermanfaat disini, maaf ya klo ada yang ngerasa diberi dampak negatif….bener-bener gue ngak ada maksud 🙂 sekalian ajang eksis (narsis) ini dilampirin beberapa foto 🙂 dan makasih udah ngebaca curhatan ini sampai kelar  

demi bersikap profesional katamu

Demi bersikap professional katamu

Demi kelancaran untuk mendapatkan keinginanmu

Kau rela memamerkan bagian yang tak seharusnya kau pamerkan

Memasang senyum palsu

Suara yang sangat ramah dan menggoda

Kau terlihat sangat menikmatinya

Tidakkah kau sadari….

Banyak yang memanfaatkan keindahanmu

Tidakkah kau tau…

Ketika kau pergi kau akan menjadi topik pembicaraan negative

Mungkin kau menikmatinya….

Mungkin mereka juga menikmatimu…

Terserah apa maumu…tetapi terasa miris ketika mengingatmu

Tidakkah kau menyayangi dirimu?

Dan aku mulai akan bertanya pada diriku sendiri

Mengapa dia seperti itu?

Apakah dia nyaman seperti itu?

Lalu kembali terfikir…..itu semua tergantung keinginanmu

Ugh mengapa kau membuat ku menambah dosa lagi …..  siang ini