Seoul

“Sekarang… Saat ini saja… Untuk beberapa detik saja… aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal-usul serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan, atau harapan, aku ingin mengaku.

Aku mencintainya.” by Ilana TanAutumn in Paris

IMG_1700

Tulisan sekarang ini sebenarnya tidak begitu persis sama dengan kutipan diatas, hanya mengenai tanpa beban dan tuntutan… masih edisi liburan. Setelah mengunjungi Jepang, kami melanjutkan perjalanan ke Seoul. Dari yang kami lihat dari perkiraan cuaca pada saat di Osaka, Seoul akan lebih dingin dari Osaka, tapi nyatanya kami tidak merasa demikian, masih terasa lebih dingin di Kyoto dan Osaka hehe.

Kamis, 17 Maret 2016. Hari ini bangunnya agak malas, rasanya belum rela untuk ninggalin Jepang…. masih ingin disini, semoga bisa mengunjungi Negara ini kembali. Pagi ini, di bandara sembari menahan dingin, saya menggeret koper, trip sebelumnya saya menggunakan ransel, kali ini menggunakan koper sebagai perbandingan, ada plus minusnya sih jika dinilai dari segi kenyamanan. Berhubung keterbatasan bagasi saya tidak berbelanja banyak barang di Jepang terlepas dari karena kurangnya waktu untuk berbelanja (waktu habis untuk mengelilingi tempat wisata). Waktu yang ditempuh dari pintu masuk ke konter check in cukup lama, belum lagi waktu untuk melewati imigrasi jadi prepare waktu ya.

Kali ini dari Jepang ke Seoul waktu perjalanan tidak selama Kuala Lumpur ke Jepang, begitu mendarat di Bandara Incheon kami berpisah dengan 2 orang teman yang akan melanjutkan perjalanan ke Jeju. Setelah mengambil map dan memeriksa lokasi tempat makan terdekat, kami memutuskan makan dulu sebelum menuju ke hotel. Masih didalam bandara, disebelah tempat makan kami ada sebuah panggung pertunjukan besar dan sebuah taman bunga kecil yang cantik, saat itu sedang ada pertunjukan dua pianis. Pada saat memesan makanan itulah kami mulai tersadar kalau kami telah benar-benar meninggalkan Jepang, warga disini tidak seramah pada saat kami disana 😦  .

Dengan menggunakan transportasi umum, kami menuju penginapan. Sama seperti sebelumnya perlu beberapa waktu untuk kami hingga akhirnya menemukan penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya. Ada kejadian tidak menyenangkan saat itu, sebelum datang kesana kami seharusnya mengirimkan email konfirmasi pukul berapa kami datang karena penginapan tersebut bersifat self service, kami harus membuat janji dulu untuk mendapatkan kunci password untuk masuk. Untungnya ada dua orang nenek yang mau berbaik hati mencoba menolong kami, setelah beberapa lama akhirnya pintu terbuka, mas ki berhasil memasukkan password yang ternyata tertulis dengan buram di sudut kaca pintu. Penginapan ini memiliki lokasi yang cukup strategis dan furniturenya pun lucu-lucu sayangnya untuk kebersihannya kurang banget.

IMG_1774

Hari pertama, kami tiba pada saat hari menjelang malam, jadinya kami hanya berjalan disekitaran penginapan dan berkeliling daerah Dongdaemun, mencari makan malam sembari mencari cendera mata khas Seoul, jangan sampe kejadian di Osaka terulang kembali hahaha, kejadian kami tidak membeli cendera mata khas Osaka. Oh iya, makan malamnya menu Seoul banget dan rasanya enak, kami pun sempat berbincang dengan warga lokal, bahkan seorang kakek yang tampaknya agak mabuk sangat antusias untuk mengobrol walaupun kadang kami tidak mengerti dengan perkataannya ^_^ sejauh ini, warga senior perlakuannya lebih ramah jika dibandingkan warga yang lebih muda usianya 🙂   To be continued

 

IMG_1777

Iklan

Persiapan

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? ( Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade )

IMG_1883

Hai, apa kabar? Semoga baik-baiknya saja, seperti biasanya bingung untuk menyusun kata perkata diawal tulisan 😀 kali ini saya ingin bercerita mengenai liburan singkat ke Japan dan Korsel. Seperti liburan-liburan sebelumnya, saya berangkat bersama member grup enjoy life. Awal rencana kami akan berangkat bertiga belas namun satu dan lain hal, akhirnya kami hanya berdelapan. Semakin lama member grup ini semakin bertambah, awal dibentuknya grup ini karena ada beberapa orang yang tidak ingin hanyut dalam kesibukan pekerjaan dan ingin menikmati kegiatan lain yang juga menyenangkan misalnya seperti makan, nonton dan berlibur.

Seperti halnya liburan kami sebelumnya, persiapan kami urus sendiri, mulai dari tiket pesawat, hotel, itinerary perjalanan dan hal-hal kecil lainnya, ide liburan kali ini pertama kali muncul pada akhir tahun 2014, rencana awal kami adalah menghabiskan waktu sekitar 9 hari di Negara Sakura- Jepang namun karena terkendala suatu masalah, kami akhirnya menambah Seoul sebagai tujuan liburan. Yang pertama kali kami siapkan adalah dana, karena sudah sepakat, maka kami membuat satu rekening bersama yang nantinya dana bulanan akan kami setor ke rekening tersebut, hal ini membuat beban dana persiapan tidak begitu terasa berat 😀 untuk masalah ketersediaan waktu juga merupakan kendala terbesar kami, karena kami adalah pekerja, untuk itu kami harus menyisakan cuti dan menyelesaikan pekerjaan yang deadline 🙂 . Selanjutnya adalah mencari tiket, sekarang ini cukup mudah untuk membeli tiket, banyak fitur aplikasi/website tiket, tiketpun kami cari disela-sela waktu luang, dan akhirnya tiket dengan harga yang lumayan murah kami dapatkan 😀 .

Selanjutnya adalah mencari hotel/penginapan, sama halnya dengan tiket, banyak fitur aplikasi/website untuk memesan hotel yang sesuai dengan keinginan kita, karena ingin merasakan sensasi yang berbeda, maka kami tidak berpatokan harus menginap di hotel, kadang di guesthouse atau hostel. Dikarenakan belum jelasnya visa akan di apply atau tidak, untuk menghindari biaya kerugian jika visa tidak disetujui maka kami kebanyakan menggunakan www.booking.com yang bisa dibayar ketika tiba disana dan bisa di cancel dengan batas waktu tertentu.

Selanjutnya adalah mengurus visa, berhubung kami berasal dari kota yang berbeda, maka pengurusan visa dilakukan secara terpisah. Saya sendiri pada saat itu berdomisili di Palembang dan harus mengurus visa di Jakarta, maka untuk menghemat waktu, tenaga dan dana, saya menggunakan bantuan jasa dari travel perjalanan yang ada di Palembang, sehingga saya hanya melengkapi dokumen-dokumen visa tanpa harus bolak balik ke Jakarta dan Alhamdulillah semua visa apply.

IMG_1274

Tiket, hotel/penginapan, visa, dana (dalam beberapa mata uang), itinerary perjalanan , perlengkapan pribadi, ijin cuti dan tentu saja fisik musti dipersiapkan, dan akhirnya hari keberangkatanpun tiba, kami berangkat dari beberapa kota dan bertemu di Kuala Lumpur sebagai center point, saatnya berlibur ^_^ .  To be continued

IMG_1328