Universal Studios Japan

“It is a curious thing, Harry, but perhaps those who are best suited to power are those who have never sought it.Those who, like you, have leadership thrust upon them, and take up the mantle because they must, and find to their own surprice that they wear it well” Albus Dumbledore (the Deathly Hallows).

IMG_1570

Rabu, 16 Maret 2016. Osaka pagi ini mendung, dinginnya masih seperti hari kemarin namun tak sedingin hatiku (aaaalah …abaikan). Hari ini kami akan berpisah dengan 2 orang teman, 6 diantara kami akan mengunjungi Universal Studio sedangkan 2 orang lagi akan mengunjungi Aquarium. Semenjak melihat poster Universal Studios Japan di Bandara beberapa hari yang lalu, saya sangat ingin mengunjungi wahana Harry Potternya, dan akhirnya hari ini kami mengunjunginya 🙂

Petualangan pertama adalah antri membeli tiket, awalnya kami merasa aneh karena bisa seramai ini pada saat weekday, apa kabar diwaktu weekend ya 😀  dan ternyata Universal Studios Japan sedang berulang tahun yang ke 15 tahun, pantas saja ramai. Banyak pengunjung yang berkostum aneh dan lucu, ada juga beberapa kelompok orang yang berpakaian sama, ramai banget padahal hari belum begitu siang. Wahana pertama yang kami coba, awalnya kami memasuki wahana pertama tampak depannya sih sepi namun setelah berbelok untuk masuk jalur antrian, ternyata antriannya cukup panjang, wahana ini mirip dengan salah satu wahana di Universal Studio Singapura, ruangannya mirip dengan bioskop dengan beberapa efek tambahan, lumayan menghibur tapi tidak cukup menantang bagi yang suka dengan wahana ekstrim (tidak termasuk saya tentunya).

IMG_1612

 

Selanjutnya kami mengunjungi wahana Harry Potter, ternyata untuk masuk wahana ini kami harus memiliki karcis kereta, akhirnya kami berkeliling mencari box tiket untuk mendapatkan tiket itu, di tiket tertera waktu keberangkatan yang menjadi patokan kami untuk masuk kedalam wahana. Para pengunjung hanya bisa masuk wahana diwaktu yang sama dengan waktu yang tertera ditiket. Setelah kami check ternyata waktu yang tertera ditiket kami masih agak lama, sehingga kami putuskan untuk main di wahana Spidermen dulu, kami lalu masuk ke dalam antrian, 10 menit berlalu… 20 menit berlalu… 30 menit berlalu…..rasa lapar mulai mengganggu 😀 akhirnya kami menyerah dan keluar antrian, berjalan keluar mencari makanan 😀 sembari antri membeli makanan (tetep pakai antri dong) parade lewat……banyak penari dan icon icon wahana Universal yang bernyanyi dan menari diatas beberapa kendaraan yang sudah dihias sedemikian cantiknya.

IMG_1621

Akhirnya jam sudah menunjukkan waktu untuk memasuki wahana harry potter, pintu masuknya adalah jalan setapak yang kanan kirinya banyak pepohonan layaknya hutan terlarang, tidak lama tampak antrian beberapa orang yang ingin berfoto di depan mobil Ron.

Kemudian tampaklah gerbang batu dengan tulisan kecil diatasnya “Please respect the spell limits”, suasananya sangat ramai. Memasuki kawasan Hogsmeade banyak spot berfoto, antrian orang-orang yang ingin menikmati Butterbeer pun sangat panjang, kami putuskan untuk langsung ke wahana utama.

Antrian tampak sangat panjang tapi kami tetap bersemangat untuk mengantri, begitu melewati gerbang batu Hogwarts, kami kira antrian sudah selesai ternyata belum 😀 sekitar 3 jam lebih akhirnya kami memasuki area loker untuk menitipkan barang-barang sebelum duduk dikursi, saya sih aslinya orang yang cepet mual jika menaiki wahana ekstrim, tapi demi Harry Potter dan waktu antrian yang segitu lamanya maka saya memantapkan diri (jiyah…bahasa agak lebay). Duduk manis, pakai kacamata dan pengaman terpasang dan go …… kesimpulannya asli seru banget nih wahana, kami inginnya naik lagi, tapi mengingat lamanya antrian maka kami urungkan niat itu 😀 next time ya 🙂 Kalau kalian kesini, harus coba deh 🙂 Seperti biasanya dipintu keluar wahana pastinya ada toko cinderamata, dengan semangatnya saya berkeliling toko mencari sesuatu yang unik 🙂 dan sambil berbisik pelan “jangan khilaf wi” heheheh. Melewati gerbang Hogwarts tampak antrian masih panjang ke belakang padahal hari sudah beranjak malam. Kami akhirnya memasuki toko-toko yang ada di Hogsmeade dan tidak lupa berfoto 🙂

Saran kami, sebaiknya membeli tiket ekspres yang khusus untuk beberapa wahana saja, karena sepertinya jika ingin menikmati wahana-wahana Universal Studios Japan, waktu sehari tidak akan cukup. Hari ini sangat menyenangkan, sedih juga karena besok kami akan meninggalkan Jepang. Esok hari kami akan melanjutkan perjalanan ke Seoul, Korea Selatan 🙂 To be continued.

IMG_1698

note: maaf jika banyak foto sayanya dipostingan ini ^_^

 

Menuju Osaka

“Sejarah memiliki tampuk istimewa dalam hidup manusia, tapi tidak lagi melekat utuh pada realitas. Sejarah seperti awan yang tampak padat berisi tapi ketika disentuh menjadi embun yang rampuh.” by Dee Lestari.

TAJA3543

Selasa, 15 Maret 2016, hari ini adalah hari terakhir kami di Kyoto. Setelah packing dan sarapan, kami check out dengan menitipkan bagasi di j-hoppers. Hari ini kami akan mengunjungi Fushimi Inari sebelum berangkat ke Osaka dengan menggunakan kereta. Fushimi Inari masuk dalam list tempat yang wajib saya kunjungi jika ke Kyoto, tempat ini juga merupakan salah satu lokasi film memory of geisha. Kami tiba sekitar pukul 8 pagi waktu Kyoto, suasana disanapun sudah mulai ramai, ada yang sedang berdoa, ada yang sedang diramal atau sedang menulis harapan diatas miniatur torii yang memang banyak tersedia disana (berbayar loh ya, ngak gratis hehehe) berfoto ataupun menikmati jajanan makanan yang banyak dijual disekitaran Fushimi Inari.

Mengutip salah satu artikel Wikipedia, Fushimi Inari adalah kuil Shinto yang berada di Fushimi-kuKyotoJepang. Kuil ini merupakan kuil pusat bagi sekitar 40.000 kuil Inari yang memuliakan Inari. Kuil utama (honden) terletak di kaki Gunung Inari, dan tanah milik kuil mencakup gunung yang tingginya 233 meter. Inari dipercaya sebagai dewa pertanian. Aula utama kuil ini ditetapkan pemerintah Jepang sebagai warisan budaya yang penting. Sejak abad ke-17, penganut kuil Fushimi Inari memiliki tradisi membangun torii. Sekitar 10.000 torii yang berderet-deret di Gunung Inari merupakan hasil sumbangan umat. Di antaranya, Senbon torii (deretan seribu torii) telah menjadi salah satu objek pariwisata, lengkapnya silahkan check di https://id.wikipedia.org/wiki/Fushimi_Inari_Taisha

Setelah puas melihat dan berfoto dengan latar deretan torii, kami mulai menapaki jalan kembali ke gerbang depan sembari beberapa kali berhenti untuk mencicipi makanan yang banyak ditawarkan disana, sampai saya kekenyangan 🙂

Akhirnya kami kembali ke  j-hoppers untuk mengambil barang-barang dan berangkat ke Osaka menggunakan kereta dengan biaya 560 yen untuk setiap orang, setibanya di Osaka Station kami lanjut ke daerah Shin Imamiya dengan biaya 180 yen. Hotel kami kali ini adalah hotel Sunplaza 2 Annex yang dekat dengan stasiun, sepertinya untuk terakhir kalinya saya menggunakan hotel ini hahaha kapok.

GRCG0227

JDYO5832

Setelah check in, beberes sebentar, perjalanan dilanjutkan ke Osaka Castle. Hari sudah sore saat kami tiba disana, suasana di Chou-ku sangat ramai karena malam nanti ada konser didaerah itu. Kami memasuki area Osaka Castle dengan bersemangat bahkan lebih sering berhenti untuk berfoto 😀 sampai saya bingung harus berpose seperti apalagi.

MJXH7524

PJPG3038

Ada satu taman disana yang memiliki banyak pohon sakura, beberapa diantaranya sudah mekar, akan tampak sangat cantik pada saat mereka mekar semua 🙂 tentu saja kami tidak lupa untuk mengambil beberapa foto disana, saking asyiknya lupa kalau langit sudah mulai gelap. Ketika berjalan keluar saya berpapasan dengan seorang pria, sembari berjalan dia mengucapkan salam “Assalamualaikum” tentu saja kami jawab salamnya, dia tersenyum dan berkata “Indonesia?”, saya menjawab iya, dan balik bertanya kepadanya, dia menjawab “bukan” hahaha jawabannya tentu saja membuat bingung, dia menjawab dalam bahasa Indonesia namun jawabannya mengartikan dia bukan orang Indonesia. Hal yang menarik membuat kami terhenti untuk mengobrol sebentar, dia beserta teman-temannya sedang berjalan-jalan sepulang kantor, dia asli orang jepang namun fasih berbahasa Indonesia dan sering bolak balik Jepang-Indonesia untuk urusan bisnis, selama saya di Jepang, belum pernah berpapasan dan ngobrol dengan orang Indonesia, mentok-mentoknya ketemu orang Malaysia.

YANE7150

Hari sudah malam, kami lanjut ke Dotonbori untuk mencari makan malam. Menu makan malam saya adalah nasi kare dan itu adalah nasi kare terenak yang pernah saya makan (entah karena pengaruh lapar atau memang masakannya yang enak). Selanjutnya kami berfoto dengan glico man dan berkeliling Dotonburi, rencana awalnya adalah ingin mencari beberapa barang disana tetapi ternyata mereka tutup tepat jam 9 malam, wuah kami kurang cepat, sayang sekali. Sedang asyik memilih tiba-tiba kami dihampiri petugas toko, dengan sopannya sembari membungkukkan badan dia memohon maaf karena toko akan segera ditutup, duh…. mereka sopan sekali (kecewa tapi tetap terasa menyenangkan, perpaduan rasa yang aneh 🙂  ). Akhirnya setelah berhasil berkumpul dengan teman-teman yang lain, kami kembali ke hotel untuk beristirahat 🙂  To be continued.

IMG_1557