Menikmati Kyoto

 亀の甲より年の功 => Pengalaman adalah guru yang paling baik _ KOTOWAZA.

wikiiphone (26)

Hari kedua di Kyoto, memandang keluar jendela, gerimis seperti masih betah menemani. Rasanya begitu berat untuk menyingkirkan selimut yang memeluk erat enggan untuk melepaskan diri. Mesin Pemanas sepertinya masih belum berhasil mengenyahkan udara dingin. Membujuk diri untuk segera mau berteman dengan air… ahhh sepertinya gaya menulis seperti ini agak sulit untuk tulisan agak panjang bertema liburan 😀 😀

FullSizeRender

Selamat pagi dari Kyoto ^_^ , pagi ini suhunya 4 derajat, jika terbiasa dengan suhu di Indonesia tentu suhu seperti ini akan terasa sangat dingin (apalagi waktu winter ya) bangun pagi bersemangat untuk bersiap-siap. Pagi ini dimulai dengan sarapan bersama, berbekal makanan yang dibeli semalam dan bekal dari Indonesia jadilah menu sarapan campuran kami 😀 sudah wangi dan perut terisi, sepertinya kami siap berangkat. Sesampainya kami di lobby tampak jelas kalau gerimis masih lumayan deras, untungnya hostel menyediakan payung gratis. Kami melangkah keluar sembari mengeratkan syal dan jaket serta sembari menghindari hembusan angin dengan langkah cepat berjalan menuju stasiun.

Tujuan kami pagi ini adalah ke Arashiyama dengan menggunakan bus. Pada saat antri menunggu bus datang, sekali lagi terlihat antrian rapi warga Kyoto, ada beberapa spot antrian, kami menggunakan bus C6 (bus #73) dengan tujuan Arashiyama/Koke-dera Temple & Suzumushi-dera Temple dengan harga tiket 500 yen, tidak berapa lama bus kami tiba sesuai dengan jadwal kedatangan bus ( wahhh on time 🙂 ) .Kami akhirnya turun di Togetsukyo Bridge, walaupun hujan kami senang disambut pemandangan yang indah dan berfoto dengan latar sungai dan jembatan Togetsukyo. Setelah puas berfoto kami mulai berjalan kaki untuk mengunjungi Kuil disekitar jembatan Togetsukyo kemudian memasuki area Arashiyama Bamboo forest  menikmati keindahan taman bambu, menapaki jalan setapak yang kanan kirinya penuh dengan bambu sembari memikirkan …. (alah…baper, abaikan). Memasuki kawasan hunian ada beberapa sakura yang sudah mekar, cantik sekali dan Alhamdulillah bisa diberi kesempatan untuk menikmati keindahan sakura secara langsung (baru 100% nyadar kalau sudah menapaki kaki di Negara Jepang 😀   ). Akhirnya kami ke halte bus untuk menunggu bus ke Kinkakuji Temple menggunakan bus #11 – Yamagoe Nakacho (bus #59) – Kinkakujimae, sembari menunggu bus kami menikmati beberapa cemilan, didaerah ini banyak outlet yang menyediakan berbagai macam makanan, wangi dan bentuknya sangat menggoda mmmm yummy. Sesampainya di Kinkakuji Temple kami harus membayar tiket masuk dengan biaya 400 yen untuk satu orang, menikmati keindahan Golden Temple dan tidak lupa mengambil beberapa foto 😀 menyaksikan sakura bermekaran di Kiyomizu-dera dan makan siang yang telat didaerah Higashiyama.

Jujur pada saat menulis ini saya harus sembari membuka instagram, path dan note di hape karena lupa detailnya gimana 😀 itinerary perjalanan tidak sepenuhnya terealisasi 😀 .Selain dari sikap disiplin warga Kyoto yang saya kagumi, saya juga menyukai keramahan warganya, jika kembali berkunjung ke Jepang, saya ingin kembali mengunjungi Kyoto 🙂 .Saatnya kembali untuk beristirahat, besok akan jadi hari yang menyenangkan 🙂 To be continued

wikiiphone (44)

 

Iklan

Kyoto

Jinsei no chiisai koto o tanoshimou. 人生の小さいことを楽しもう。 ‘Let’s enjoy the small things in life’” by anomin

IMG_5562

13 Maret 2016, akhirnya kami tiba di Kansai International Airport, Osaka, Japan. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Jepang ditempuh kurang lebih 6 jam perjalanan 😀 cukup lama. Begitu pesawat sudah mendarat dan berhenti dengan sempurna, para penumpang buru-buru mengenakan jaket masing-masing, yup suhu udara di Jepang saat itu masih sangat dingin, begitu pintu pesawat dibuka udara dingin langsung terasa brrrr (masih syukur ngak kesini pas winter, kebayang berapa banyak bawaan hahaha). Begitu turun, kebanyakan dari kami langsung mencari toilet, saya sendiri menunggu didepan toilet, ternyata teman-teman cukup lama di toilet karena antrian sangat panjang (saya sangat kagum akan sikap disiplin antri orang jepang, salut) membuat saya bisa mengambil beberapa foto di tempat itu, satu hal yang menarik perhatian saya adalah adanya iklan wahana Harry Potter di Universal Studios Japan yang terpampang jelas didepan pintu masuk kereta (secara saya adalah penggemar Harry Potter), oh iya untuk menuju immigrasi kami menggunakan semacam kereta ekspres.

Melewati petugas imigrasi merupakan salah satu tahapan yang harus kita lalui ketika mengunjungi atau kembali dari Negara lain, satu proses yang cukup tidak saya sukai 🙂 karena biasanya petugas imigrasi terkenal kaku dan tidak ramah, namun di Jepang ini, mereka sangat ramah dan menyenangkan… 😀 saya senang. Setelah melewati petugas imigrasi dengan lancar kami kemudian mengambil bagasi dan bergegas ke loket tiket kereta untuk menuju Kyoto. Tempat yang akan kami kunjungi selama mengunjungi Jepang adalah Kyoto dan Osaka, sebenarnya kami juga ingin mengunjungi Tokyo tapi karena keterbatasan waktu, kami putuskan mengunjungi Tokyo dikunjungan berikutnya jika kami kembali ke Jepang 🙂 .Ada hal lucu ketika akan membeli tiket, kami kesulitan untuk membeli tiket, mesin tiketnya bersifat self service jadi butuh waktu untuk mempelajari bagaimana menggunakan mesinnya (mirip di Singapure sih). Pada saat akan masuk pun kami sedikit kesulitan karena takutnya pintu masuk memiliki batas waktu sedangkan kami membawa bagasi 😀 😀 jadinya setelah memasukkan tiket ke mesin penerima tiket, kami melewati pintu dengan sedikit berlari 😀 .Ketika membeli tiket dimesin tiket kami membayar 1880 yen untuk 1 orang, namun setelah diperjalanan dan petugas pengecekan tiket mengecek tiket kami ternyata kami harus membayar lagi sebanyak 970 yen tiap orangnya untuk sampai ke Kyoto, jadi total biaya kereta untuk satu orang adalah 2850 yen. Di Kyoto sendiri  kami menginap di j-hoppers, jarak dari stasiun ke j-hoppers cukup dekat tapi kami sempat nyasar ketika mencari lokasi j-hoppers, untungnya saya mendapati pos polisi disekitar kami, dan berinisiatif untuk bertanya kepada petugas polisi tersebut, sebelum ke Jepang saya membaca beberapa artikel bahwa warga lokalnya jarang menggunakan bahasa Inggris, namun pertama kali berbicara dengan petugas polisi tersebut saya menggunakan bahasa Inggris sambil menunjukkan kertas berisi nama j-hoppers, petugas tersebut memberi isyarat tangan yang saya artikan menunggu. Petugas polisi tersebut kembali dengan membawa seorang teman dan sebuah map, sebagian besar bahasa yang kami gunakan pada saat itu adalah bahasa tubuh/isyarat 😀 tapi informasi yang diberikan cukup jelas untuk kami dan akhirnya j-hoppers bisa kami temukan tidak lama setelah itu, terima kasih pak polisi yang ngak cuman cakep tapi juga baik hati 😀  Setelah check in dan menyimpan barang-barang, kami keluar berkeliling daerah di sekitar hostel untuk mencari makan malam dan kemudian beristirahat. Diluar udara sangat dingin dan gerimis masih betah menemani warga Kyoto menghabiskan sisa waktu malamnya, besok akan ada pengalaman baru, begitu semangat untuk hari esok 🙂  good night good people….  To be continued

wikiiphone (23).JPG

Foto ini saya ambil dalam kereta menuju ke Kyoto